POLUSI KENDARAAN BIKIN BUMI MAKIN PANAS

Naqib Al Ghazy 

Komunikasi dan Penyiaran Islam - 2022

UIN Bandung 

Kalian ngerasa ga sih kalau bumi itu semakin hari semakin panas?. Apalagi kalau kita keluar rumah di siang hari, pasti rasanya ga nyaman banget dan buru-buru pengen nyampe tujuan kita. Ternyata cuaca bumi yang semakin panas itu salah satu efek Global warming loh. Global warming menjadi permasalahan lingkungan yang paling darurat bagi manusia, karena bisa mengancam kehidupan kita semua.

Sobat GenBI, suhu bumi diperkirakan akan naik sebesar 1,21o dalam 30 tahun, bahkan pada bulan maret 2023 diproyeksikan sebesar 1,5o (BRIN.2023), kebayangkan gimana panasnya. Global warming bikin banyak masalah loh, diantaranya bikin es di kutub mencair, cuaca yang ekstrim, hilangnya gletser, naiknya permukaan air laut, hingga musnahnya flora dan fauna di dunia. Global warming atau pemanasan global disebabkan oleh efek rumah kaca, tapi istilah ini bukan secara harfiah yaa, akan tetapi istilah ini mengacu kepada efeknya yang sama seperti rumah kaca.

Seharusnya sinar matahari yang masuk ke bumi akan diserap oleh makhluk hidup dan tanah, lalu sisanya bakal dipantulin lagi ke atmosfer. tapi pada efek rumah kaca, sinar matahari gak bisa dipatulin lagi dengan baik, dan malah dipantulin ke bumi yang ujung-ujungnya bikin bumi makin manas karena kelebihan sinar matahari. Hal ini disebabkan oleh terlalu banyak gas-gas polutan di langit, salah satu gas polutan adalah karbondioksida (CO2) yang disebabkan oleh gas buangan kendaraan bermotor, seperti sepeda motor dan mobil konvesional.

Kendaraan bermotor menyumbang sebesar 60% pencemaran yang ada di Indonesia, dan mirisnya lagi setiap tahun jumlah kendaraan bermotor terus meningkat nih Sobat GenBI. Jika kendaraan berbahan bakar minyak terus menerus digunakan, bukan tidak mungkin kalau udara yang kita hirup akan semakin penuh dengan polutan yang sangat berbahaya. Ada beberapa cara untuk mengurangi dampak polusi yang ada, yaitu memaksilkan kendaraan massal, seperti MRT, LRT, serta BRT, selain itu konversi ke kendaraan elektrik menjadi salah satu solusinya loh.

Di Jakarta sangat massif pembangunan moda transportasi umum, seperti KRL, Transjakarta, MRT, dan LRT, bahkan sekarang pemerintah sedang melanjutkan tahap 2 MRT dan juga LRT. Walaupun tujuan awalnya untuk mengurangi kemacetan, tapi punya dampak berarti bagi pengurangan polusi. Sobat GenBI tau ga sih kalau saat mudik lebaran, polusi Jakarta turun signifikan dan udara di tingkatan sehat, ini karena berkurangnya kendaraan bermotor di Jakarta. Skema ini yang diinginkan ketika masyarakat beralih ke transportasi umum, yaitu pengurangan jumlah kendaraan.

Pemerintah mengeluarkan Perpres No 55 Tahun 2019 Tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Litrik Berbasis Baterai Untuk Tranportasi Jalan. Peraturan ini mendukung konversi ke kendaraan elektrik yang lebih ramah lingkungan, bisa sobat GenBI bayangkan jika Indonesia sukses melakukan konversi dan seluruh transportasi umum dielektrifikasi, maka pencemaran udara dapat ditekan dengan maksimal. Mulai sekarang, ayo jangan malu untuk naik tranpostasi umum untuk bumi yang lebih sehat!

Referensi:

Badan Riset dan Inovasi Nasional. (2023). Periset Brin Paparkan Data Perubahan Iklim 10 Tahun Terakhir Musim Hujan Di Indonesia Lebih Panjang. https://www.brin.go.id/news/112114/Periset-Brin-Paparkan-Data-Perubahan-Iklim-10- Tahun-Terakhir-Musim-Hujan-Di-Indonesia-Lebih-Panjang. Diakses pada 16 Juni

2023, pukul 14.34 WIB


Perpres No 55 Tahun 2019 Tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Litrik Berbasis Baterai Untuk Tranportasi Jalan.

Utina, R. (2009). PEMANASAN GLOBAL: Dampak dan Upaya meminimalisirnya. Jurnal sains UNG, 3 (3), 1-11.

Ismiyati. (2014). Pencemaran Udara Akibat Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Jurnal Manajemen Transportasi dan logistic, 1(3).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Program Beasiswa Bank Indonesia

Pahami Apa Itu TD Valas DHE, Instrumen Operasi Moneter Bank Indonesia

Penting! Cara Bertahan Hidup di Suhu Bumi yang sedang Labil