Sudahkah Kita Menjaga Kebersihan Lingkungan
Disa Maulida Insani
Administrasi Publik 2021
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Apa yang kalian pikirkan pertama kali saat mendengar kata sampah? Kumuh, kotor, bau, bahkan jijik bukan? Permasalahan yang tak pernah berujung hingga saat ini di Indonesia adalah rendahnya pengelolaan sampah dan buruknya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam sipsn.menlhk.go.id, volume sampah di Indonesia pada tahun 2022 yang terdiri dari 156 kabupaten/kota se-Indonesia mencapai 18,9 juta ton/tahun. Dari jumlah tersebut, sampah yang terkelola dengan baik hanya sebanyak 14,6 juta ton/tahun atau 77,39%. Selain itu, dilansir dari dpr.go.id, Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka menyampaikan bahwa pada tahun 2021, volume sampah di Indonesia mencapai 68,5 juta ton dan naik sampai 70 juta ton pada tahun 2022. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24% atau sekitar 16 juta ton sampah masih belum dikelola oleh Ditjen PSLB3.
Pengelolaan sampah yang buruk tentunya dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan dan berpotensi menjadi media penularan penyakit seperti diare, tifus, kolera, dan penyakit jamur. Lingkungan yang tercemar oleh sampah juga dapat menurunkan kualitas lingkungan karena terjadinya pencemaran udara, tanah, sumber air, serta dampak polutan B3 seperti limbah industri, pertambangan, cat, buangan gas kendaraan bermotor, baterai bekas, dan kaleng. Hal tersebut secara keseluruhan dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kanker, gangguan fungsi hati, gangguan ginjal dan gangguan syaraf.
Mirisnya hingga tahun 2022, sebanyak 72% masyarakat Indonesia masih tidak peduli terhadap sampah, hal ini disampaikan oleh Direktur Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sinta Saptarina Soemiarno dalam betahita.id. Namun, apabila kita melihat tren masa kini dari berbagai media sosial seperti tiktok, instagram dan youtube. Tidak sedikit masyarakat yang kini mulai sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, seperti tren "river clean up", dimana tren ini bergerak pada pembersihan sungai yang telah tercemari sampah, tren ini juga membentuk kelompok
kelompok masyarakat yang sadar akan kebersihan lingkungan.
Salah satu kelompok pemuda yang telah viral di media sosial tiktok adalah kelompok "pandawara" dimana sekelompok pemuda membersihkan selokan, sungai bahkan lingkungan yang telah tercemari sampah. Tidak sedikit netizen yang mengapresiasi aksi kelompok pemuda tersebut karena mau secara sukarela membersihkan lingkungan yang telah tercemari sampah. Sekelompok pemuda ini juga seringkali mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan menjaga kebersihan lingkungan. Tren seperti ini tentunya dapat dijadikan gebrakan baru bagi pemerintah dengan menjadikannya sebuah ajang perlombaan ataupun sebuah event di media sosial, sehingga masyarakat dapat tergugah dan mau untuk berlomba-lomba dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Baik pemerintah maupun masyarakat tentunya memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga lingkungan tetap asri dan bersih dari sampah. Oleh karena itu, sudah saatnya kita membangun kesadaran bersama untuk lebih mencintai lingkungan tempat kita tinggal, belajar, bekerja serta beribadah agar tetap bersih dan nyaman, seperti yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an:
”Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-A’rāf: 56)
Daftar Pustaka
Wicaksono, R. A. (2022, 03 01). 72 Persen Masyarakat Indonesia Tidak Peduli Sampah. Retrieved from betahita.id: https://betahita.id/news/lipsus/7209/72-persen-masyarakat indonesia-tidak-peduli-sampah.html?v=1646306137
Nasional, S. I. (2022). Capaian Kinerja Pengelolaan Sampah. Retrieved from sipsn.menlhk.go.id: https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/
RI, D. (2022, 09 26). Ditjen PSLB3 KLHK Didesak Miliki Langkah Terukur Tangani Volume Sampah. Retrieved from dpr.go.id: https://www.dpr.go.id/berita/detail/id/40924/t/Ditjen+PSLB3+KLHK+Didesak+Milik i+Langkah+Terukur+Tangani+Volume+Sampah

Komentar
Posting Komentar