'Sampah' dan Segala Persoalannya


Dini Meilani

Akuntansi Syariah 2022

UIN Sunan Gunung Djati Bandung




Sobat GenBI, bicara soal permasalahan sampah yang menumpuk memang bukan hal yang mengagetkan lagi bagi kita. Sudah menjadi rahasia umum, kalau masyarakat Indonesia masih rendah kesadarannya untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Dimana pun tempatnya, baik itu di pinggir jalan, di sungai, bahkan di tempat wisata sekalipun, masih banyak sampah yang berserakan. Pelakunya pun beragam, mulai dari anak-anak hingga dewasa, kaya ataupun miskin, yang lulusan SD atau bahkan sarjana sekalipun, nyatanya masih banyak dari mereka yang buang sampah sembarangan. Alhasil, kebersihan dan kenyamanan yang selalu kita inginkan engga terlaksana gara-gara lingkungan sudah banyak tercemar oleh sampah yang berserakan.

Tahukah kamu sobat GenBI? Masalah sampah yang menumpuk menjadi persoalan yang cukup serius di Indonesia. Menurut data Indonesia National Plastic Action Partnership yang dirilis pada tahun 2020, diperkirakan sebanyak 85.000 ton sampah dihasilkan setiap harinya di Indonesia. Tentunya ini adalah jumlah yang sangat besar bukan?

Tapi ya mau gimana lagi coba? Dalam melaksanakan aktivitas sehari-harinya, masyarakat Indonesia tidak terlepas dari yang namanya sampah. Contoh kecilnya adalah penggunaan kantong plastik saat berbelanja, padahal pemerintah sudah sering menghimbau masyarakat untuk membawa kantong sendiri ketika hendak berbelanja. Bayangkan, produk-produk yang kita beli hari ini pun hampir semuanya dibungkus plastik, ditambah lagi dengan kantongnya yang juga berbahan plastik, makin numpuk deh sampah yang ada.

Ketidaktahuan terhadap pengelolaan sampah juga menjadi salah satu penyebab masalah sampah yang menumpuk masih belum teratasi. Edukasi tentang daur ulang sampah nyatanya masih belum tersosialiasi secara merata. Padahal, persoalan sampah yang menumpuk salah satunya bisa diatasi apabila konsep daur ulang 3R (Reduce-Reuse-Recycle) diterapkan dengan baik, namun hal ini tentu membutuhkan peran dari pemerintah untuk turun mengedukasi masyarakat.

Belajar dari konsep 3R, pertama reduce, yakni mengurangi timbulan sampah, hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi kegiatan membeli barang-barang yang sekiranya tidak diperlukan, sehingga kita bisa meminimalisir produksi sampah sedari awal. Jika hal tersebut tidak dapat dihindari, maka kita bisa menerapkan konsep yang kedua, yakni reuse atau menggunakan kembali barang-barang tak terpakai, salah satunya dengan metode kerajinan tangan. Barulah, saat tak bisa lagi digunakan kembali, sampah-sampah tersebut didaur ulang atau recycle.

Akan tetapi, hal tersebut pastinya dapat terlaksana bila diiringi dengan penyediaan fasilitas yang memadai, diantaranya penyediaan tong sampah di tempat umum, penyediaan tempat pembuangan sampah atau TPS, serta tempat mendaur ulang sampah, dan tentunya fasilitas tersebut harus disediakan dalam jumlah yang cukup.

Selain itu, penegakan sanksi hukum yang belum sepenuhnya terlaksana menyebabkan masyarakat bertindak berani ketika buang sampah sembarangan. Mereka merasa tak perlu khawatir, toh tidak akan ada yang memberi sanksi pelanggaran. Padahal bukan untuk orang lain, kalau lingkungan bersih, kita sendirilah yang akan merasakan kenyamanannya.

Sobat GenBI, lalu apa lagi langkah yang harus ditempuh untuk mengatasi persoalan sampah yang menumpuk? Yang pasti, solusi apapun itu memerlukan kerja sama dari semua pihak. Ibaratnya, sebesar apapun tindakan dan usaha dari pemerintah, kalau masyarakatnya masih belum sadar juga, masalah ini tidak akan selesai. Menjadi hal yang ironis, kalau pakaian kita bisa rapih bersih, tapi tak bisa menjaga kebersihan lingkungan dan masih buang sampah sembarangan.

Sumber Referensi: 

https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/safinavivian6902/630640493adb 476ee045ec22/pemberdayaan-masyarakat-terhadap-sampah-melalui-pelaksanaan-berbagai program-kerja-oleh-kelompok-kkn-70-kelurahan-tamansari 

https://wri-indonesia.org/id/inisiatif/indonesia-national-plastic-action-partnership-npap


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Program Beasiswa Bank Indonesia

Pahami Apa Itu TD Valas DHE, Instrumen Operasi Moneter Bank Indonesia

Penting! Cara Bertahan Hidup di Suhu Bumi yang sedang Labil