Opini Tentang Sampah

Nabila Fitriya

Administrasi Publik 2021

UIN Sunan Gunung Djati Bandung



Permasalahan tentang sampah ini sering kali menjadi perbincangan banyak kalangan.  Menumpuknya sampah dari hari ke hari, menjadi permasalahan serius yang harus diatasi  bersama tidak hanya bisa dengan mengandalkan pemerintah saja.  

Sampah merupakan sisa material yang telah kita gunakan lalu kita buang karena dinilai sudah  tidak mempunyai nilai guna. Jika kita lihat ke berbagai TPA/TPS di Indonesia, penumpukan  sampah terlihat begitu memprihatinkan. Contohnya yaitu TPST (Tempat Pengolahan Sampah  Terpadu) Bantar Gebang, Bekasi Jawa Barat. Terlihat penumpukan sampah sudah mencapai  tinggi 40meter dari 50meter yang merupakan batas maksimalnya. Hal ini setara dengan tinggi  bangunan 14 lantai. Tentu hal ini menunjukan bahwa produksi sampah di Indonesia sudah  sangat menghawatirkan, ini disebabkan karena meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia  yang juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, masih kurangnya tempat  sampah yang dibedakan berdasarkan jenis sampahnya pun menjadi penyebab dari penumpukan  sampah ada, karena itu akan mempersulit dalam pengolahan sampahnya. Tetapi tak bisa  dipungkiri juga bahwa tempat sampah di pinggir jalan saja cukup sulit kita temukan, dan karena  kurangnya kesadaran dari masyaratnya sendiri, hal ini seringkali dijadikan alasan untuk mereka  membuang sampah sembarangan.  

Tak dapat menutup mata, saat ini sangat banyak sekali penjual makanan dan minuman yang  merebak dimana-mana, baik itu sekelas cafe yang biasa dikunjungi, ataupun penjual-penjual  kecil dipinggir jalan. Hal ini memang baik bagi perekonomian nasional, tetapi karena fenomena  tersebut, peningkatan produksi sampah pun tidak dapat dihindarkan, utamanya produksi  sampah plastik yang sangat sulit sekali terurai. Sampah plastik seperti botol mineral  membutuhkan waktu 70-100 tahun untuk dapat terurai, kresek sampah yang biasa kita dapatkan  di supermarket itu bisa memakan waktu 100-1000tahun untuk dapat terurai apalagi styrofoam yang menjadi limbah paling berbahaya karena styrofoam terbuat dari polystyrene yaitu bahan  plastik berbasis minyak bumi, sehingga styrofoam ini tidak dapat terurai secara benar walaupun  berpuluh-puluh tahun lamanya. 

Saat ini kita dimudahkan dengan segala sesuatu yang instan, seperti air mineral botol, ataupun  jajanan-jajanan lainnya yang menggunakan plastik sekali pakai, perilaku konsumtif kita  tidaklah selamanya salah, tetapi penggunaan plastik sekali pakainya lah yang salah.  Penggunaan plastik kita pertahunnya saja dapat mencapai 64juta ton, dan angka ini merupakan  penggunaan plastik terbesar kedua di dunia.  

Kita harus mulai sadar tentang pentingnya menyayangi bumi tempat kita tinggal dengan  mengurangi penggunaan plastik dan juga melakukan 3R  (reduce/mengurangi,reuse/menggunakan kembali, dan recycle/mendaur ulang) terhadap  sampah yang kita ciptakan. Tentu segala perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Hal tersebut  bahkan tertera dalam firman Allah Surat Ar-Rad ayat 11 yang artinya “Sesungguhnya Allah  tidak merubah suatu kaum, kecuali mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka  sendiri.” Kita generasi Z utamanya harus menjadi pelopor dari adanya gerakan pengurangan  produksi sampah di Indonesia. Dengan mulai membawa kantong belanja sendiri jika akan  berbelanja, membawa tempat juga sedotan sendiri jika akan membeli minuman, tidak  menyisakan makanan, membedakan sampah pada saat akan dibuang berdasarkan jenisnya,  seperti sampah organik dan anorganik agar pengolahannya tepat juga nantinya, mendaur ulang  sendiri sampah plastik yang kita gunakan sebagai barang guna lainnya, seperti pengolahan 

botol plastik menjadi berbagai macam kerajinan atau tempat berbagai macam barang, dan yang  paling utama adalah kesadaran kita akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya.  

REFERENSI 

Bernas. (2023, Februari Jumat). Mengerikan, Indonesia Sudah Darurat Sampah Plastik:  Sehari Mencapai 64 Juta Ton, Nomor Dua Terbesar di Dunia. Retrieved from voi.id:  https://voi.id/bernas/137477/mengerikan-indonesia-sudah-darurat-sampah-plastik sehari-mencapai-64-juta-ton-nomor-dua-terbesar-di 

dunia#:~:text=Mengerikan%2C%20Indonesia%20Sudah%20Darurat%20Sampah,No mor%20Dua%20Terbesar%20di%20Dunia 

dislhk. (2019, Agustus 22). Upaya Pemerintah dalam Menangani Isu Sampah Plastik.  Retrieved from Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Bandung :  https://dislhk.badungkab.go.id/artikel/18358-upaya-pemerintah-dalam-menangani isu-sampah 

plastik#:~:text=Pemerintah%20menggalakkan%20program%20"Indonesia%20bebas, masyarakat%2C%20dan%20berbagai%20instansi%20pemerintahan. 

Liputan6.com. (2021, September 17). 5 Hal Terkait Kondisi Sampah di TPST Bantargebang  yang Nyaris Overload. Retrieved from liputan6.com:  

https://www.liputan6.com/news/read/4661270/5-hal-terkait-kondisi-sampah-di-tpst bantargebang-yang-nyaris-overload 

M, I. M. (2022, Februari 8). Indonesia Hasilkan 21,88 Juta Ton Sampah pada 2021.  Retrieved from DataIndonesia.id: https://dataindonesia.id/ragam/detail/indonesia hasilkan-2188-juta-ton-sampah-pada-2021 

Novaradiska, L. (2021, Juli Kamis). Apa itu sampah? Retrieved from Binus University:  https://binus.ac.id/bandung/2021/07/apa-itu-sampah/ 

Ziaggi. (2022, Juli 3). Mengenal Berbagai Jenis Sampah yang Sulit Terurai dan Waktunya! Retrieved from Gramedia Blog: https://www.gramedia.com/literasi/sampah-yang sulit-terurai-dan-waktunya/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pahami Apa Itu TD Valas DHE, Instrumen Operasi Moneter Bank Indonesia

Tentang Program Beasiswa Bank Indonesia

Penting! Cara Bertahan Hidup di Suhu Bumi yang sedang Labil