Mewujudkan Lingkungan Sehat dengan Pengolahan Sampah yang Baik
Muh. Alief Aminullah
Komunikasi dan Penyiaran Islam 2021
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Sebagai negara dengan penduduk terbanyak ke-4 di Dunia, Indonesia menghadapi banyak sekali permasalahan termasuk dalam hal pengelolaan sampah. Sistem Pengelolaan sampah di Indonesia bisa dikatakan buruk, bukti nyatanya dapat kita lihat di TPA Sarimukti yang terdapat di Kab. Bandung Barat. Dikutip dari kompas.com Pada bulan Oktober 2022 saja tercatat TPA Sarimukti menyimpan 14 Ton sampah, yang mana hal ini dapat dikatakan overload mengingat TPA Sarimukti hanya dapat menampung 2 Ton sampah. Alhasil semua sampah ini menumpuk disana dan menjadi sarang penyakit yang menyerang Masyarakat di sekitarnya.
Permasalahan Pengelolaan Sampah seperti ini harus mendapatkan perhatian yang lebih, karena jika dibiarkan dapat menimbulkan permasalahan besar lainnya. Menurut mantan Dirjen Cipta Karya kementrian Pekerjaan Umum, Budi Yuwono pengelolaan sampah harus diperhatikan dari hulu ke hilir dan program 3R (Reuse, Reduce, Recycle) harus terus dikampanyekan agar dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, seluruh lapisan masyarakat harus sama-sama berperan dan bertanggung jawab untuk menuntaskan permasalahan ini dari hulu hingga ke hilir. Begitu pula Industri-industri sebagai hulu yang memproduksi plastik sebagai bungkusan produk harus ditekankan untuk senantiasa menggunakan plastik yang dapat di daur ulang dan tidak menggunakan bungkus yang sekali pakai. Adapun hilirnya yaitu para masyarakat yang menjadi konsumen dari industri-industri tersebut harus lebih kreatif dalam mengelola sampah-sampah Rumah Tangga. Karena pencemaran lingkungan yang terjadi saat ini umumnya disebabkan oleh sampah-sampah yang berasal dari rumah tangga baik yang non-organik seperti plastik dan organik seperti daun kering dan juga sisa makanan(sayur-sayuran dan buah-buahan) yang nantinya menciptakan timbunan-timbunan sampah yang menjadi sarang vektor seperti tikus, lalat, dan nyamuk yang dapat menyebabkan terjadinya wabah penyakit. Oleh karena itu dibutuhkan tindak lanjut dalam pengelolaan sampah dalam lingkup rumah tangga, supaya tidak menimbun sampah yang nantinya menjadi sarang penyakit bagi keluarga itu sendiri maupun lingkungan sekitar.
Terdapat berbagai cara guna mewujudkan lingkungan sehat mulai dari lingkungan kita sendiri. Yang pertama adalah dengan Pemilahan sampah antar yang organik dan yang non-organik. Dengan terdapatnya pemilahan antara sampah organik dan non-organik akan memudahkan sampah dalam proses penguraiannya, hal ini juga dapat membantu mengurangi bau tak sedap yang berasal dari tumpukan sampah organik dan non-organik. Cara kedua yang dapat dilakukan guna mengurangi polusi sampah yaitu dengan melakukan pengomposan yang dapat digunakan untuk tanaman yang ada di rumah. Pupuk hasil pengomposan ini juga dapat dijual sehingga dapat membantu perekonomian warga.
Solusi lain yang dapat diterapkan guna mengelola sampah ialah dengan membuat lubang untuk menampung sampah organik dimasing-masing rumah warga, sehingga sampah yang keluar dari rumah warga hanyalah sampah non-organik, yang nantinya sampah ini dikumpulkan ke bank sampah untuk diolah kembali agar bisa digunakan atau bahkan bisa memiliki nilai lebih yang dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar.
Sumber:
https://bandung.kompas.com/read/2022/10/19/175547978/tpa-sarimukti-bandung-barat-punya-kapasitas 2-juta-ton-tapi-terisi-14-juta?page=all
https://pu.go.id/berita/tpa-sanitary-landfill-sangat-cocok-untuk-indonesia
Purnama. 2016. Modul pengolahan sampah organik rumah tangga. Fakultas kedokteran universitas udayana denpasar.

Komentar
Posting Komentar