Kebijakan Sampah & Lingkungan: Sub-Ordinate Discourse

Syahril Ramdani 

Manajemen Keuangan Syariah 2021

UIN Sunan Gunung Djati Bandung


Tau ga sih, dalam kajian bidang internasional, lingkungan dan sampah menjadi salah satu kajian  yang berpengaruh terhadap kebijakan politik maupun ekonomi. Namun, permasalahan  lingkungan dan sampah ini selalu menjadi subordinasi. Kira-kira kenapa yaa? Ternyata dalam  fenomena kehidupan adanya interest (kepentingan) yang dianggap lebih penting dibandingkan  masalah sampah dan lingkungan. Kira-kira apa yaa yang ngebuat stakeholder ini terkadang  mengenyampingkan hal ini? 

Ternyata, ditilik secara historis. Paradigma Realisme (Hubungan Internasional) menjawab bahwa  manusia berupaya untuk menempatkan diri mereka “aman” (kasus Perang Dunia 1 & 2). Kenapa  merasa aman menjadi tonggak penting. Ketika manusia sudah mendapatkan rasa aman, manusia  bisa mengais kesejahteraan ekonomi. Hal tersebut bisa disimpulkan dimana manusia tidak bisa  merasa enaknya makan, bekerja, hingga bermain ketika situasi kehidupan tidak aman. Terlebih  untuk tujuan isu lingkungan. 

Ketika manusia sudah merasa aman diikuti dengan berakhirnya Perang Dingin, kesejahteraan  menjadi kepentingan selanjutnya. Hal ini diikuti berkembangnya paradigma-paradigma bidang  ekonomi (liberasime ekonomi, ekonomi strukturalis, komunis-sosialis, dll). Ini menjadi fenomena  lumrah hingga sekarang. Manusia berupaya bekerja siang hingga malam, malam hingga siang  untuk memperbaiki finansial dan kehidupan mereka. Lingkungan yang kumuh hingga sampah  yang berserakan tidak dikelola dengan baik menjadi bukti bahwa perbaikan ekonomi lebih  penting dibandingkan kesehatan lingkungan.  

Rasanya egois apabila seolah-olah menyalahkan kelas menengah ke bawah karena ketidak adaan  kesadaran untuk menjaga lingkungan. Nyatanya, kelas menengah keatas pun tidak jauh berbeda.  Mereka memiliki kepentingan yang berorientasi pada profit hingga “lupa” untuk menjaga  lingkungan. Malahan, sampah bisa menjadi komoditas perdagangan ekspor impor loh. Tahun  2020 aja, Indonesia menjadi importir sampah plastik terbesar di dunia. Lalu, siapa yang  mengendalikan masalah ini?? 

Ternyata isu sampah dan lingkungan ini rumit yah. Kenapa selalu menjadi diskursus subrodinasi?  Jika ditilik dari masalah diatas, ternyata manusia lebih mementingkan tujuan mereka sendiri.  Keamanan dan Kesejahteraan menjadi tolak ukur dalam kehidupan. Terus untuk mengentaskan  masalah ini harus gimana? Apakah demo isu lingkungan terhadap pemerintahan atau stakeholder terkait? Atau menyalahkan lapisan kelas tertentu? Atau memboikot eksportir sampah?  

Untuk mengentaskan masalah yang besar, perlu adanya langkah kecil untuk memulai dampak  yang besar. Kita bisa memulai dengan pengelolaan sampah rumah tangga atau yang kita pakai  dengan bijak. Tidak menyisakan sisa makanan. Mengurangi penggunakan plastik untuk  kebutuhan kita. Dan banyak lagi cara langkah kecil yang mulai didengar ditelinga kita. Langkah  ini bisa kita mulai untuk semua kalangan. Yuk #KitaSalingJaga untuk Lingkungan kita. 

Sumber: 

Taliaferro, Jeffrey W. 2000. Security Seeking under Anarchy: Defensive Realism Revisited.  International Security 25 (III). The MIT Press. 128-161. 

Djelantik, Sukawarsini. 2009. Redefinisi Ilmu hubungan Internasional dalam perspektif Gender.  Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional 5 (I). Surabaya: Universitas Airlangga. 13-19. 

Isyrin, Mei. 2020. Analisis Dampak Impor Sampah Plastik Terhadap Masyarakat dan  Lingkungan Hidup di Indonesia. Researchgate: Jurnal UNISIA.  

Pahlevi, Reza. 13 April 2022. Ternyata Indonsia Masih Impor Sampah Plastik, Ini Negara  Pemasok Terbanyak. Databoks, katadata.  https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/04/13/ternyata-indonesia-masih-impor sampah-plastik-ini-negara-pemasok 

terbanyak#:~:text=Indonesia%20menjadi%20salah%20satu%20importir,sampah%20pla stik%20dari%20negara%20tersebut.  

Arguelles, Susana. 3 Agustus 2021. Why and How is the Feminist Movement Related to  Enviromental Issues?. Plastic Oceans. https://plasticoceans.org/why-and-how-is-the feminist-movement-related-to-environmental-issues/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pahami Apa Itu TD Valas DHE, Instrumen Operasi Moneter Bank Indonesia

Tentang Program Beasiswa Bank Indonesia

Penting! Cara Bertahan Hidup di Suhu Bumi yang sedang Labil