Caring For Trash Is Part of Us
Dwiyanto Ramadhan
Manajemen 2020
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Sampah. Tentu tidaklah asing bagi kita sebagai manusia dengan istilah tersebut, karena memang berasal dari perilaku manusia sendirilah sampah itu berasal. Lingkungan yang seharusnya menjadi tempat ternyaman dan terbaik untuk menjalani kehidupan ini, sedikit demi sedikit mulai tercemar oleh semakin banyaknya sampah yang telah manusia ciptakan dan timbulkan. Berdasarkan Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menyatakan bahwa pada tahun 2020 Timbulan Sampah itu sebanyak 18.826.764 ton dengan Sampah Terkelola sebanyak 77,21% atau sebanyak 14.537.073 ton, dan Sampah yang Tidak Terkelola masih sebanyak 22,79% atau sebanyak 4.289.690 ton. Dari banyaknya sampah yang timbul pada tahun 2022, sampah tersebut berasal dari jenis sampah sisa makanan sebesar 41,3% , lalu diikuti dengan sampah jenis plastik sebanyak 18,6% dan 40,1% itu jenis sampah lainnya. Sumber sampah tersebut secara garis besar didominasi oleh Rumah Tangga sebesar 43,2%, lalu di ikuti oleh pasar tradisional sebesar 24% dan sisanya berasal dari sumber lainnya.
Pada tanggal 21 Februari setiap tahunnya, tepat diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Tentunya hari tersebut jangan hanya dijadikan sebagai hari peringatan peduli sampah saja, tetapi juga harus dijadikan sebagai dorongan atau motivasi untuk manusia terkhususnya masyarakat Indonesia sebagai pelaku benar-benar sadar akan pentingnya peduli terhadap sampah dinegeri kita ini. Dengan adanya kepedulian tentunya akan timbulnya motivasi untuk dapat bergerak dalam mengelola sampah, sedikitnya untuk lingkungan sendiri dan luasnya untuk lingkungan masyarakat, agar tercipta lingkungan yang nyaman dan sejahtera untuk ditempati.
Harapan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2023 ini yaitu berupaya untuk dapat menuntaskan persoalan sampah sesuai dengan target pada tahun 2025, melalui Kebijakan Strategis Nasional Peraturan Presiden No.97 Tahun 2017, yaitu penangan sampah 70%, pengurangan sampah 30%. Dimana diharapkannya pada 2025 sampah sudah dapat dikelola dan dituntaskan untuk dapat memberikan kesejahteraan bagi manusia terkhususnya masyarakat Indonesia.
Berdasarkan target pengelolaan sampah tahun 2025, sebenarnya pada tahun 2022 sudah dapat dikatakan terealisasi, dimana Sampah yang Terkelola pada tahun 2022 sudah sebesar 77,21% dari banyaknya sampai yang timbul pada tahun tersebut. Dengan begitu dapat disimpulkan
bahwa pihak-pihak terkait pengelolaan sampah sudah dapat bekerja dengan baik dalam mengelola banyaknya timbulan sampah pada tahun 2022.
Walaupun dengan kondisi tersebut, pada tahun 2023 sampah pada Indonesia ini masih tergolong sangat banyak, bisa kita lihat seberapa banyak-nya dari data dan bukti nyata-nya dapat dilihat langsung oleh kita pada Tempat Pembuangan Sampah Bantar Gebang yang jika dilihat, sampah sudah menyerupai pegunungan yang tinggi dan menjulang. Dengan begitu manusia sebagai pelaku dari timbulnya sampah-sampah tersebut harus tetap dapat peduli dan sadar akan pengelolaan sampah.
Salah satu cara untuk dapat mengelola sampah tersebut yaitu dengan sebisa mungkin melihat potensi nilai ekonomis dari sampah yang kita timbulkan. Salah satu contohnya Plastik, jika harus menunggu terurai akan sangat lama, jauh lebih baiknya kita mengelelolanya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Dengan hal itu, selain bisa mengurangi penimbulan sampah tetapi dapat juga meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat yang mengelolanya.
Selain itu penting juga bagi kita sebagai masyarakat untuk dapat ikut serta berkontribusi dalam beberapa program yang diterbitkan pemerintah untuk dapat membantu menyukseskan pengelolaan sampah dinegeri kita ini, contoh program saat ini yaitu Zero Waste salah satu-nya Emission Zero, dimana diharapkan dapat mencegah terjadinya perubahan iklim akibat lapisan ozon yang menitipis karena pembusukan sampah sisa makanan yang menghasilkan Gas Metana. Seperti yang diketahui jenis sampah sisa makanan mendominasi sampah pada negeri kita ini sebesar 41,3%, dengan begitu jika kita dapat peduli dan ikut berkontribusi dalam pengelolaan sampah dinegeri kita ini, besar kemungkinan jumlah sampah yang timbul akan menurun dan tentunya dapat berdampak baik pada kehidupan kita, tidak hanya di Indonesia tetapi juga Dunia.
Referensi :
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. 2023. HPSN 2023, Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat. Dapat diakses pada : (https://www.menlhk.go.id/site/single_post/5265/hpsn-2023-tuntas-kelola-sampah-untuk kesejahteraan-masyarakat)
Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional. 2023. Capaian Kinerja Pengelolaan Sampah. Dapat diakses pada : (https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/ )

Komentar
Posting Komentar