Pengendalian Overthinking Sebagai Mediator Kegelisahan dan Stres Guna Membentuk Mental Health yang Positif
Siti Barkah
Ilmu Komunikasi Jurnalistik
Universitas Islam Negeri Bandung
Kesehatan mental kadang dianggap sepele tapi kerap menimbulkan permasalahan yang krusial bagi seorang individu. Indikator utamanya kesehatan mental itu bersifat abstrak, hanya kita sebagai individu yang bisa merasakan. Orang lain tidak akan tau apa yang terjadi, dan mungkin merasa nggak peduli karena ‘Siapa Elo!!’.
Terdengar agak menyakitkan memang, tapi begitulah fakta realitas sosial yang kejam. Maka dari itu, penting bagi kita mengenal apa itu kesehatan mental dan cikal bakal munculnya permasalahan yang mendorong kamu sampai akhirnya mungkin punya mental health yang buruk.
Sebelum menunjukan data spesifik konkrit yang ngeri-ngeri sedap, kamu harus tahu jika overthinking kebanyakan jadi dasar seseorang punya mental health yang buruk. Lah kok bisa?
Tentu saja bisa, Overthinking merupakan suasana dimana kamu menggunakan terlalu banyak waktu untuk memikirkan suatu hal dengan cara yang merugikan. Overthinking dapat berupa ruminasi dan khawatir (Wirdatul Anisa, 2022).
Overthinking juga sering disebut paralysis analysis, dimana orang tersebut terus menerus memikirkan suatu permasalahan tanpa menemukan solusi,
Penyebab Overthinking bermacam-macam, biasanya terjadi ketika seseorang sedang mempertimbangkan suatu keputusan, mencoba memahami tindakan atau keputusan orang lain, dan mencoba memprediksikan masa depan.
Sebenarnya memikirkan hal-hal tersebut sah-sah saja. Namun, jika terlalu over jelas tidak baik juga. Nantinya, banyak waktumu yang terbuang percuma ketika kamu terlalu banyak berpikir hal yang sebenarnya tidak perlu.
Logikanya begini, kamu butuh uang untuk makan, maka dari itu kamu harus bekerja dan menyelesaikan pekerjaanmu. Ketika kamu terlalu berpikir tanpa melakukan aksi apa pekerjaanmu akan selesai? nggak kan!
Itu analogi jika kamu misalkan Overthinking sehari, kalo lebih? bayangin ada berapa banyak waktu terbuang dan pekerjaan yang mungkin akan terus menumpuk. Imbasnya, nimbulin stres baru seolah-olah kamu merasa terdzolimi dengan asumsi tuntutan pekerjaan yang keras. Basi!!
Lagi-lagi mungkin ini menyakitkan, mohon maaf. Kita dapat menyimpulkan Overthinking juga termasuk kedalam psychological disorder atau gangguan psikologis karena dapat membuat kecemasan (anxiety) pada penderitanya. Seseorang yang memiliki kecemasan berlebih dapat menimbulkan sakit fisik dan gangguan kejiwaan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh the Indonesian National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) yang bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada yang dimana menunjukkan bahwa selama 12 bulan terakhir remaja di Indonesia didiagnosis mengalami gangguan jiwa dengan jumlah yang sangat fantastis yaitu 2,45 juta orang.
Mengerikan bukan? lantas kembali ke topik awal bagaimana mengelola diri agar tidak Overthinking yang dikhawatirkan dapat membuat Mental Health terganggu? berikut 3 cara dapat kamu lakukan.
Coba untuk Alihkan Perhatian
Daripada hanya memikirkan masalah tanpa solusi, coba alihkan pikiranmu sejenak dari itu semua. Dari sana otak mungkin menemukan cara yang lebih baik untuk mencari solusi di latar belakang saat kamu terganggu dengan tugas lain. Distraksi atau mengalihkan perhatian sebentar dapat memberi kamu istirahat. Ini juga mungkin membuat pikiran kamu terfokus pada sesuatu yang lebih produktif.
Hapuskan Pikiran Negatif
Ingatkan diri kamu bahwa yang ada di dalam pikiran kamu bukanlah kenyataan. Setiap pikiran yang kamu miliki tidak akan selalu benar, akurat, atau bahkan realistis. Mempelajari cara membingkai ulang pikiran dengan cara yang lebih positif dapat membantu menghilangkan overthinking.
Latih Keterampilan Interpersonal
Meningkatkan keterampilan interpersonal juga bisa menjadi cara menghilangkan kebiasaan overthinking yang kamu miliki. Berikut ini untuk mengembangkan keterampilan interpersonal yang lebih kuat diantaranya meningkatkan kesadaran diri, meningkatkan rasa percaya diri, melatih pengendalian diri.
Sumber:
Jurnal penelitian Indonesian National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS). 2022.
halodoc.com
Naratimes.co

Komentar
Posting Komentar