Mental Health

Anna Fauziyah Putri

Akuntansi Syariah

UIN Sunan Gunung Djati Bandung





Cara terbaik mendidik anak adalah melalui kepribadian terbaik orang tua, karena anak akan melihat dan meniru apa yang orang tuanya lakukan. Usia peralihan dari anak-anak ke usia remaja sangatlah berpengaruh terhadap tumbuh kembang seorang anak. Seorang anak yang dibawah pengawasan orang tua yang tempramen dan kasar serta tidak mendapatkan didikan dan perlakuan yang baik akan mempengaruhi mentalnya saat dewasa. kesehatan mental adalah kesehatan yang dimiliki oleh seseorang yang dibentuk atau dibuat oleh keadaan atau peristiwa di masa lalu. Jika peristiwa itu memberikan rasa nyaman dan menyenangkan maka kesehatan mental akan terjaga dengan baik, 

Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, gangguan kesehatan mental depresi sudah mulai terjadi di rentang usia remaja (15-24 tahun), dengan prevalensi 6,2%. Saat anak beranjak dewasa dia akan menunjukan gejala pesimis, depresi dan tidak menutup kemungkinan akan sedikit memberontak. Hal ini dikarenakan saat ia masih kecil mengalami tindakan kekerasan atau tidak memperoleh cinta dan kasih sayang. Mental seseorang terbentuk dari apa yang biasa dia dapatkan. 

Orang tua yang memberikan respon berupa kekerasan fisik dan perkataan yang kasar terhadap seorang anak yang melakukan kesalahan menurut saya tidak memberikan efek jera atau tidak menjamin anak tersebut tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya kita sebagai anak cenderung lebih aware terhadap apa yang membuat kita nyaman. Jika saja orang tua bisa sedikit lebih paham bahwa memarahi anak yang melakukan kesalahan tidak lebih baik daripada memberikan penjelasan kepada anak  terhadap kesalahan yang diperbuat tersebut. 

Mental seorang anak yang sudah terbiasa mendapat didikan yang keras juga akan berpengaruh terhadap lingkungan anak ini ketika dia diluar rumah. Bahkan, ketika anak ini melakukan kesalahan lagi dia akan bersikap santai dan tidak peduli. Karena dia sudah tau kemungkinan terburuk yang akan dia dapatkan yaitu dimarahi atau dipukul oleh orang tuanya. Dan  tanpa kita sadari siklus serta kondisi seperti inilah yang akan menyebabkan anak ini kebal dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan yang dia lakukan. Karena dalam dirinya akan terbentuk mind set berupa “ ya ngapain takut paling juga dimarahi doang “. Hal seperti inilah yang akibatnya akan sangat fatal. 

Oleh karena itu peran orang tua dalam membentuk dan menjaga kesehatan mental seorang anak sangatlah berpengaruh dan memiliki peran penting. Selain itu lingkungan juga menyumbang peran yang berpotensi untuk membentuk mental dan karakter anak. Karena dimana anak itu tumbuh dan berkembang disitulah dia akan mendapatkan bekal dan penunjang untuk karakter dan mentalnya. Seorang anak yang mentalnya sehat akan mampu memberikan energi yang positif juga untuk orang sekitar dan lingkungannya. 

Sumber Referensi


Kementerian Kesehatan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Pengertian Kesehatan Mental [Internet]. [cited 26 January 2021]. Available from: https://promkes.kemkes.go.id/pengertian-kesehatan-mental


Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Indonesia. Situasi Kesehatan jiwa di Indonesia. [Internet]. [cited 26 January 2021]. Available from: https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/InfoDatin-Kesehatan-Jiwa 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pahami Apa Itu TD Valas DHE, Instrumen Operasi Moneter Bank Indonesia

Tentang Program Beasiswa Bank Indonesia

Penting! Cara Bertahan Hidup di Suhu Bumi yang sedang Labil